November 28, 2021

Information Navi

Website Information Navi dan Inspirasi Gaya Hidup

Lazio vs Juventus di Liga Italia: Bianconeri Tanpa Dybala, Kesempatan Chiesa jadi Del Piero Jilid II

4 min read

Paulo Dybala dikabarkan absen kala Juventus behadapan dengan Lazio di lanjutan Liga Italia giornata ke 13 pada (21/11/2021) dini hari. Dilansir laman resmi Juventus, Dybala didiagnosa alami kelelahan otot tibialis posterior saat dirinya membela Timnas Argentina di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Namun, hal tersebut justru dapat menjadi keuntungan bagi Federico Chiesa, kenapa?

Dengan cederanya Dybala, Chiesa berpeluang besar akan menggantikan posisi yang ditinggalkan striker berusia 28 tahun itu. Transformasi posisi Chiesa dari pemain winger menjadi penyerang tengah pernah dilakukan Allegri saat Juventus sukses menumbangkan Chelsea di Liga Champions pada (30/9/2021). "saya memindahkan Chiesa ke posisi penyerang tengah dengan Bernardeschi di belakangnya dan itu berjalan lebih baik," kata Allegri dilansir Amazon Prime Italia.

Dalam beberapa tahun belakangan, istilah “penyerang modern” menjadi begitu populer di dunia sepak bola. Istilah ini digunakan untuk menyebut penyerang penyerang yang tak sekadar menunggu bola di kotak penalti dan mencetak gol. Para penyerang modern ini turut berperan aktif dalam fase build up serangan dan membuka ruang bagi rekan rekannya.

Peran Chiesa sebagai penyerang modern begitu efektif untuk melancarkan serangan Bianconeri. Dalam partai melawan Chelsea, Allegri harus bermain tanpa dua striker andalan mereka, Paulo Dybala dan Alvaro Morata. Dengan skema 4 4 2 miliknya, Allegri memasang Chiesa dan Bernadeschi di depan sebagai penyerang tengah.

Sebagai penyerang, keduanya menjalankan tugas dengan sempurna. Chiesa membuat satu gol hasil umpan manis yang disodorkan oleh Bernadeschi. Juventus pun menang dengan skor 1 0 menghadapi sang juara bertahan. Selain mencetak gol, Chiesa juga berperan aktif ketikaJuventussedang berada dalam fase bertahan.

Ia menjadi pemain pertama yang menutup build up serangan pemain belakang dan tengahChelsea. Pemain asal Italia tersebut tak segan untuk membantu pertahanan hingga turun ke area tengah. Keuntungan meminta penyerang untuk turun membantu pertahanan tim adalah pemain tengah dan pemain belakang bisa lebih berkonsentrasi dalam mempertahankan bentuk pertahanan yang telah direncanakan.

Dalam beberapa situasi bertahan, Chiesa lah yang bertindak sebagai presser utama pada pemain lawan yang menguasai bola. Sedangkan para gelandang dan bek yang berada di dekatnya lebih berfungsi sebagai cover, berjaga jaga bila lawan yang dijaga Chiesa mampu meloloskan diri. Dengan cara ini, bekJuventustidak perlu mengambil risiko untuk keluar dari posisi yang malah menyebabkan banyak celah di pertahanan.

Itulah mengapa, Bianconeri mampu menjaga keperawanan gawangnya dari para pemain depan Chelsea yang terkenal produktif. Lalu dalam urusan menyerang, kemampuan Chiesa sudah sangat jelas dapat diandalkan. Kelebihan utamaFederico Chiesaterletak pada teknik individunya, Ia memiliki kemampuan dribel yang bagus saat melakukan penetrasi ke area pertahanan lawan.

Ia memberi daya ledak dalam penyerangan Bianconeri, pemain berusia 23 tahun tersebut beberapa kali mengancam pertahananChelsealewat kecepatan dan kemampuan dribelnya. Chiesa tidak ragu menerobos atau meliuk liukkan badan meski ada dua pemain lawan mengadang, jika lawan merebut bola yang berada di kakinya, ia tak segan mengejar untuk mendapatkannya kembali. Ia juga punya kelebihan dalam penempatan posisi ketika tim dalam fase transisi bertahan dan fase menyerang, itu sangat berguna untukJuventusguna melakukan serangan balik.

Dengan usianya sekarang, Chiesa juga sudah mampu memerlihatkan ketenangan dalam menjalani partai penting untuk Bianconeri. Dengan apa yang sudah ditunjukkan oleh Chiesa saat menumbangkan Chelsea, sudah seharusnya Allegri lebih sering menaruh Chiesa sebagai penyerang tengah. Insting mencetak gol Chiesa sangat buas, penilaian itu bersumber dari gol Chiesa untukJuventusmusim lalu.

Bermain sebagai winger, dan perannya yang tertutup oleh Ronaldo, ia tetap bisa memberi kontribusi 15 gol dari 46 pertandingan bersama Bianconeri. Tak lupa, kontribusinya untuk Italia saat Euro 2020 sangat mencolok, terutama salah satu golnya ke gawang Austria pada babak 16 besar. Masuk sebagai pengganti pada menit ke 84, Chiesa mampu menjadi sang pemecah kebuntuan.

Saat laga perpanjangan waktu masuk menit ke 95, Chiesa berlari di dalam kotak penalti untuk menyambut umpan silang Leonardo Spinazzola. Chiesa berhasil menerima bola dengan kepalanya, ia kemudian memantulkan bola ke tanah dan berusaha menguasainya. Konrad Laimer langsung menutup ruang, Chiesa memindahkan bola dari kaki kanan ke kaki kiri untuk menciptakan kembali space yang ditutup rapat.

Ia pun melakukan tendangan setengah voli ke tiang jauh, bola pun melesat masuk ke gawang Austria yang dijaga oleh Bachmann. Satu gol berkelas dari insting mencetak gol Chiesa membawa Italia lolos ke babak 8 besar. Dengan insting gol yang dimiliki Chiesa, sudah jelas ia akan memberi kontribusi banyak bagi Juventus dalam perannya menjadi seorang penyerang tengah.

Seperti apa yang dilakukan olehDel Pieropada masanya untukJuventus. Del Piero bukan seorang bomber yang memanfaatkan postur tubuh untuk menjadi goal getter. Ia memiliki insting mencetak gol yang tinggi, peraih gelar Piala Dunia 2006 tersebut memiliki finishing yang mumpuni untuk merobek jala gawang lawan.

Saat masih bermain bersama Bianconeri,Del Pierodimanfaatkan sebagai seorang penyerang tengah dalam skema 3 5 2. Ia mampu menunjukkan kualitasnya dengan mencetak 188 gol dari 478 pertandingan bersama Juventus di Liga Italia. Melihat progres formula Allegri di Bianconeri, mestinya tinggal tunggu waktu saja bagi Chiesa untuk menjadi bintang bagiJuventus.

Usianya juga baru 23 tahun dan masih punya waktu panjang buat berkembang, bukan tak mungkin Chiesa bakal jadiDel Pieroselanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *